Kamis, 17 Oktober 2013

RESUME 4 PILAR BELAJAR



RESUME 4 PILAR DALAM BELAJAR (TEORIES OF UNESCO)


1.       “Learning to Know”

Dalam suatu lembaga pendidikan haruslah memprioritaskan keberhasilan sebuah proses pembelajaran, hal tersebut haruslah diaktualisasikan, karena mengingat bahwasanya pendidikan adalah hal yang sangat penting di era yang terus berkembang pesat dalam hal pengetahuan dan teknologi saat ini.

Tahapan awal untuk menciptakan pendidikan yang baik dan berkualitas adalah dengan mengetahui, memahami dan menerapkan pilar-pilar dalam pendidikan, dan learning to know atau belajar untuk mengetahui adalah pilar utama dalam sebuah pendidikan yang mempunyai nilai-nilai dan keyakinan yang menjadikannya sebuah kunci dalam suatu pendidikan.Proses-proses utama yang menjadi kunci dalam hal tersebut, meliputi:

1.      Meninjau dan mengklarifikasi nilai-nilai dan keyakinan
2.      Menyatakan misi dan tujuan pendidikan
3.      Mengembangkan pemahaman tentang bagaimana siswa belajar
4.      Responsif terhadap konteks dalam menentukan apa yang harus dipelajari oleh siswa dalam jangka waktu mereka mengenyam pendidikan di sekolah formal ataupun non formal

Selama mengenyam pendidikan di manapun dan kapanpun proses itu terjadi, secara tidak langsung telah mengajarkan  kita untuk memahami tentang sifat manusia, alam, dan berbagai kecerdasan manusia lainnya. Intinya dengan belajar kita mengetahui ilmu yang tidak ketahui sebelumnya , menjadi tahu dan paham.

2.      “Learning to Do”

Pilar yang kedua Learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) adalah sebuah aspek psikomotorik yang harus diberikan kepada anak didik.Aspek psikomotorik ini dapat diterjemahkan dalam segala kegatan belajar – mengajar. Proses pembelajaran dalam konsep learning to do  adalah peserta didik harus mau dan mampu (berani) mengaktualisasi keterampilan yang dimilikinya, selain bakat dan minat yang telah dimiliki sejak awal. Berani mengaktualisasi minat dan bakatnya, berarti peserta didik diarahkan untuk menyadari kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Kelebihan yang dimiliki harus senantiasa diasah untuk meningkatkan kemanfaatannya (menambah keterampilannya) dan juga pengetahuan akan kekurangan yang dimiliki memberikan sebuah tantangan untuk memperbaiki sehingga peserta didik nantinya akan menjadi manusia yang lebih unggul dimasa yang akan datang.

3.      “Learning to Be”
Pilar yang ketiga merupakan pilar yang lebih mengarahkan peserta didik untuk bisa mengetahui ingin menjadi apa ia akan tumbuh dan berkembang, essensinya adalah pencarian jati dirinya sebagai individu. Bahwasannya  Learning to be mengandung arti bahwa belajar adalah proses dari pembentukan manusia yang menjadi jati dirinya sendiri. Konsep ini diterapkan agar setiap peserta didik dapat bertanggung jawab sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat. Setiap konsep pilar pendidikan satu sama lain berkesinambungan, setah peserta didik mendapatkan pengetahuan yang luas dalam belajar, dan dapat mengaplikasikannya dengan baik dalam menghasilkan sebuah karya, maka peserta didik akan mampu menjadi manusia yang seutuhnya. Yang dapat berguna bagi dirinya dan orang lain dalam masyarakat. Sehingga ketiga hal ini menjadi pondasi untuk pilar ke empat yaitu belajar untuk hidup bersama didalam masyarakat.

4.      “Learning to Live Together”

Pilar yang terakhir merupakan pilar yang menekankan peserta didik kepada bentuk pengaplikasian belajar di tengah – tengah masyrakat atau dalam bahasa Inggris dikatakan sebagai action. Learning to live together dalam bahasa Indonesia artinya belajar untuk bisa hidup bersama , maksudnya yaitu dengan terus belajar kita akan terus mendapatkan wawasan yang baru mengenai sesuatu hal kita tidak ketahui sebelummnya.
·         Cara Mencapai Kehidupan Bersama
Dalam mencapai kehidupan bersama diperlukan usaha-usaha, cara-cara dan kunci-kunci yang lebih menonjolkan sifat kebersamaan atau rasa kepedulian social yang tinggi. Karena dalam mencapai kehidupan bersama rasa kebersamaan tersebut harus diawali dari individu terlebih dahulu sebelum akhirnya kepada ruang lingkup yang lebih luas. Setiap individu harus memulai usaha sosialisasi dan rasa kebersamaan di dalam kehidupan, sehiingga kehidupan bersama dapat didapatkan dengan mudah. Usaha tersebut yaitu dengan menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Dan untuk memasuki abad baru atau dunia “kita” bersama-sama maka memerlukan kunci di bawah ini, yaitu :
a.       Memahami diri sendiri, satu sama lain dan dunia
b.      Menggunakan teknologi baru secara kritis
c.       Mencari tempat kita di masyarakat
d.      Membangun dunia lebih layak dan lebih adil
Dan dalam mencapai keberhasilan yang diinginkan, yaitu dapat hidup bersama tanpa adanya rasa keberatan atau ketidaknyamanan pada diri sendiri pastilah terdapat masalah-masalah demi terciptanya kehidupan bersama tersebut, dan amsala-masalah itu di antaranya :
a.       Menemukan orang lain dengan menemukan diri sendiri
b.      Mengadopsi perspektif kelomppok etnis, agama dan social lainnya
c.       Berpartisipasi dalam proyek dengan orang-orang dari kelompok
d.      Mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan ketegangan dan konflik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar