Kamis, 14 November 2013

Resume Teori Kognitif Gestalt



Teori Kognitif Gestalt


A. Konsep Dasar Teori Kognitif Gestalt
        Istilah ‘Gestalt’ merupakan istilah bahasa Jerman yang sukar dicari terjemahannya dalam bahasa-bahasa lain. Arti Gestalt bisa bermacam-macam sekali, yaitu ‘form’, ‘shape’ (dalam bahasa Inggris) atau bentuk, hal, peristiwa, hakikat, esensi, totalitas. Terjemahannya dalam bahasa Inggris pun bermacam-macam antara lain‘shape psychology’, ‘configurationism’, ‘whole psychology’ dan sebagainya. Karena adanya kesimpangsiuran dalam penerjemahannya, akhirnya para sarjana di seluruh dunia sepakat untuk menggunakan istilah ‘Gestalt’ tanpa menerjemahkan kedalam bahasa lain.
    Fokus teori Gestalt adalah ide tentang “pengelompokan”, yaitu, karakteristik stimulus menyebabkan kita struktur atau menafsirkan bidang visual atau masalah dengan cara tertentu (Wertheimer, 1922).
           Menurut teori Gestalt, keseluruhan itu memilki makna dan akan kehilangan maknanya ketika dilihat menurut masing-masing komponennya. Atau dengan kata lain, bias disebutkan bahwa “keseluruhan lebih berarti dari bagian-bagian.

B. Sejarah Teori Kognitif Gestalt 
        Teori Gestalt pertama kali dicetuskan ketika Max Wertheimer (1880-1943) merasa kurang setuju dengan teori belajar behaviorisme yang memandang sesuatu itu dari bagian-bagian yang terpisah. Kemudian Wertheimer mencetuskan suatu teori belajar yaitu Kognitif Gestalt yang meneliti tentang pengamatan dan pemecahan masalah (problem solving) dengan memandang bahwa sesuatu itu secara keseluruhan, tidak dapat dipecah dan dipisahkan. Sumbangannya ini diikuti oleh Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum pengamatan; kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tantang insight pada simpanse.
      Suatu konsep yang penting dalam psikologi Gestalt adalah tentang “insight” yaitu pengamatan/ pemahaman mendadak terhadap hubungan-hubungan antarbagian-antarbagian di dalam suatu situasi permasalahan.
C. Hukum - hukum Teori Gestalt
1. Hukum Pragnanz
2. Hukum Kesamaan
3. Hukum Kecenderungan
4. Hukum Tertutup
5. Hukum Kontinuitas
D. Karakteristik Teorti Kgonitif Gestalt
 
1. Mempunyai Hukum keterdekatan, hukum ketertutupan dan hukum kesamaan. 
Ketiga hukum tersebut menunjukan bahwa teori belajar Gestalt memiliki hubungan antara apa saja yang dipelajarinya, sehingga sesuatu tersebut tidak dapat dipisahkan dan dipelajari secara sebagian. Hal-hal yang dipelajari tersebut cenderung kita persepsikan sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.
2.Proses pembelajaran secara terus – menerus dapat memperkuat jejak ingatan peserta didik. Pembelajaran dari pengalaman akan memperkuat jejak ingatan peserta didik pada saat dia akan mengingat lagi pembelajaran tersebut, hal ini tidak akan memperlemah ingatan tetapi akan disempurnakan untuk mendapat Gestalt yang lebih baik dalam inan.  

3.Adanya pemahaman belajar Insight. 
Insight adalah pemahaman terhadap hubungan antar bagian di dalam situasi permasalahan. Insight dipengaruhi atau tergantung kepada pengalaman masa lalunya yang relevan. Dengan adanya insight maka didapatlah pemecahan masalah, dimengertinya persoalan, inilah inti belajar. Jadi yang penting bukanlah mengulang- ulang hal yang harus dipelajari, tetapi mengertinya, mendapatkan insight. Adapun timbulnya insight itu tergantung:
1. Kesanggupan
2. Pengalaman
3. Taraf Kompleksitas dari suatu situasai
4. Latihan
5. Tr ial and error

E. Tokoh - tokoh dari teori kognitif 

1. Max Wertheimer (1880-1943)
2. Kurt Koffka (1886-1941) 
3. Wolfgang Kohler (1887-1967)

F. Prinsip-prinsip Belajar Menurut Teori Gestalt 
1.Principle of Proximity (unsur yang saling berdekatan)
2.Principle of Similarity (unsur yang cenderung sama dipresepsi sebagai bentuk tertent
3. Principle of Objective Set (Organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya)
4.Principle of Continuity (Organisasi berdasarkan kesinambungan pola)
5. Principle oflosure/ Principle of Good Form (pengisian kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap)
 6.Principle of Figure and Ground (bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang)
7. Principle of Isomorphism (Organisasi berdasarkan konteks)

 

 G. Implementasi teori Kognitif Gestalt dalam pembelajaran
a. Pengalaman tilikan/insight (kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa) 
b. Meaningful learning ( kebermaknaan unsur-unsur yang terkait)
c. Pusposive behavior (perilaku terarah pada tujuan)
 d. Life space (perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada)
e. Transfer dalam Belajar (pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain)

 

  H. Kelebihan dan Kekurangan Teori Gestalt

Kelebihan teori Kognitif adalah sebagai berikut:
a.       Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving)‏
b.      Dapat meningkatkan motivasi.

Kekurangan teori kognitif adalah sebagai berikut :
a.       Untuk teori belajar kognitif ini keberhasilan sebuah pembelajaran tidak dapat diukur hanya dengan satu orang siswa saja , maksudnya kemampuan siswa harus diperhatikan. Apabila kita menekankan pada keaktifan siswa, dan tidak dapat dipungkiri ada saja siswa yang tidak aktif dalam menanggapi suatu pelajaran, otomatis pembelajaran ini tidak akan berhasil secara menyeluruh  guru juga dituntut untuk mengikuti keaktifan siswa, kionsekuensinya adalah guru harus rajin mempelajari hal-hal baru yang mungkin

b.      Konsekuansinya terhadap lingkungan adalah fasilitas-fasilitas dalam lingkungan juga harus mendukung, agar siswa semakin yakin dengan apa yang telah mereka pelajari

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar