Teori Kognitif Gestalt
A. Konsep Dasar Teori Kognitif Gestalt
Istilah ‘Gestalt’ merupakan istilah bahasa
Jerman yang sukar dicari terjemahannya dalam bahasa-bahasa lain. Arti Gestalt
bisa bermacam-macam sekali, yaitu ‘form’,
‘shape’ (dalam bahasa Inggris) atau bentuk, hal, peristiwa, hakikat,
esensi, totalitas. Terjemahannya dalam bahasa Inggris pun bermacam-macam antara
lain‘shape psychology’,
‘configurationism’, ‘whole psychology’ dan sebagainya. Karena adanya
kesimpangsiuran dalam penerjemahannya, akhirnya para sarjana di seluruh dunia
sepakat untuk menggunakan istilah ‘Gestalt’ tanpa menerjemahkan kedalam bahasa
lain.
Fokus teori Gestalt adalah ide tentang
“pengelompokan”, yaitu, karakteristik stimulus menyebabkan kita struktur atau
menafsirkan bidang visual atau masalah dengan cara tertentu (Wertheimer, 1922).
Menurut teori
Gestalt, keseluruhan itu memilki makna dan akan kehilangan maknanya ketika
dilihat menurut masing-masing komponennya. Atau dengan kata lain, bias disebutkan
bahwa “keseluruhan lebih berarti dari bagian-bagian.B. Sejarah Teori Kognitif Gestalt
Teori
Gestalt pertama kali dicetuskan ketika Max Wertheimer (1880-1943) merasa kurang
setuju dengan teori belajar behaviorisme yang memandang sesuatu itu dari
bagian-bagian yang terpisah. Kemudian Wertheimer mencetuskan suatu teori
belajar yaitu Kognitif Gestalt yang meneliti tentang pengamatan dan pemecahan
masalah (problem solving) dengan memandang bahwa sesuatu itu secara
keseluruhan, tidak dapat dipecah dan dipisahkan. Sumbangannya ini diikuti oleh
Kurt Koffka (1886-1941) yang menguraikan secara terperinci tentang hukum-hukum
pengamatan; kemudian Wolfgang Kohler (1887-1959) yang meneliti tantang insight
pada simpanse.
Suatu konsep yang penting dalam psikologi
Gestalt adalah tentang “insight” yaitu pengamatan/ pemahaman mendadak terhadap
hubungan-hubungan antarbagian-antarbagian di dalam suatu situasi permasalahan.
C. Hukum - hukum Teori Gestalt
1. Hukum Pragnanz
2. Hukum Kesamaan
3. Hukum Kecenderungan
4. Hukum Tertutup
5. Hukum Kontinuitas
D. Karakteristik Teorti Kgonitif Gestalt
1. Mempunyai
Hukum keterdekatan, hukum ketertutupan dan hukum kesamaan.
Ketiga
hukum tersebut menunjukan bahwa teori belajar Gestalt memiliki hubungan antara
apa saja yang dipelajarinya, sehingga sesuatu tersebut tidak dapat dipisahkan
dan dipelajari secara sebagian. Hal-hal yang dipelajari tersebut cenderung kita
persepsikan sebagai suatu kelompok atau suatu totalitas.
2.Proses
pembelajaran secara terus – menerus dapat memperkuat jejak ingatan peserta
didik.
Pembelajaran
dari pengalaman akan memperkuat jejak ingatan peserta didik pada saat dia akan
mengingat lagi pembelajaran tersebut, hal ini tidak akan memperlemah ingatan
tetapi akan disempurnakan untuk mendapat Gestalt yang lebih baik dalam inan.
3.Adanya pemahaman belajar Insight.
Insight adalah pemahaman terhadap hubungan antar bagian di dalam situasi permasalahan. Insight dipengaruhi atau tergantung kepada pengalaman masa lalunya yang relevan. Dengan adanya insight maka didapatlah pemecahan masalah, dimengertinya persoalan, inilah inti belajar. Jadi yang penting bukanlah mengulang- ulang hal yang harus dipelajari, tetapi mengertinya, mendapatkan insight. Adapun timbulnya insight itu tergantung:
1. Kesanggupan
2. Pengalaman
3. Taraf Kompleksitas dari suatu situasai
4. Latihan
5. Tr ial and error
E. Tokoh - tokoh dari teori kognitif
1. Max Wertheimer (1880-1943)
2. Kurt Koffka (1886-1941)
3. Wolfgang Kohler (1887-1967)
F. Prinsip-prinsip Belajar Menurut Teori Gestalt
1.Principle of Proximity (unsur yang saling berdekatan)
2.Principle of Similarity (unsur yang cenderung sama dipresepsi sebagai bentuk tertent
3. Principle of Objective Set (Organisasi berdasarkan mental set yang sudah terbentuk sebelumnya)
4.Principle of Continuity (Organisasi berdasarkan kesinambungan pola)
5. Principle oflosure/ Principle
of Good Form (pengisian
kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap)
6.Principle of Figure and Ground (bidang pengamatan dapat dibagi
dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang)
7. Principle of Isomorphism (Organisasi berdasarkan konteks)
G. Implementasi teori Kognitif Gestalt dalam pembelajaran
a. Pengalaman tilikan/insight (kemampuan mengenal keterkaitan
unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa)
b. Meaningful learning ( kebermaknaan unsur-unsur yang
terkait)
c. Pusposive behavior (perilaku terarah pada tujuan)
d. Life space (perilaku individu memiliki
keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada)
e. Transfer dalam Belajar (pemindahan pola-pola perilaku
dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain)
H. Kelebihan dan Kekurangan Teori Gestalt
Kelebihan teori Kognitif
adalah sebagai berikut:
a.
Dapat
meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving)
b.
Dapat
meningkatkan motivasi.
Kekurangan teori kognitif adalah
sebagai berikut :
a.
Untuk
teori belajar kognitif ini keberhasilan sebuah pembelajaran tidak dapat diukur
hanya dengan satu orang siswa saja , maksudnya kemampuan siswa harus
diperhatikan. Apabila kita menekankan pada keaktifan siswa, dan tidak dapat
dipungkiri ada saja siswa yang tidak aktif dalam menanggapi suatu pelajaran,
otomatis pembelajaran ini tidak akan berhasil secara menyeluruh guru juga dituntut untuk mengikuti keaktifan
siswa, kionsekuensinya adalah guru harus rajin mempelajari hal-hal baru yang
mungkin
b.
Konsekuansinya
terhadap lingkungan adalah fasilitas-fasilitas dalam lingkungan juga harus
mendukung, agar siswa semakin yakin dengan apa yang telah mereka pelajari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar